REALISASI PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN HINGGA JULI 2026 TEMBUS 55,17 PERSEN
REALISASI PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN KEBUMEN HINGGA JULI 2026 TEMBUS 55,17 PERSEN
Pemerintah Kabupaten Kebumen melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) melaporkan perkembangan positif atas kinerja keuangan daerah. Hingga akhir Juli 2026, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Kebumen berhasil mencapai Rp1,609 triliun atau sebesar 55,17 persen dari target total tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2,917 triliun. Capaian ini menunjukkan tren yang stabil dan terus bergerak melampaui separuh target tahunan seiring berjalannya bulan ketujuh tahun anggaran 2026.
Dari total pendapatan tersebut, kontribusi sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencatatkan realisasi kumulatif sebesar Rp330,83 miliar atau mencapai 56,69 persen dari target tahunan sebesar Rp583,54 miliar. Capaian PAD yang kuat ini ditopang oleh performa yang solid dari komponen Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, serta Lain-lain PAD yang Sah. Kinerja Pajak Daerah hingga Juli 2026 menunjukkan akselerasi yang signifikan dengan total realisasi kumulatif mencapai Rp142,28 miliar atau 59,65 persen dari target sebesar Rp238,53 miliar. Keberhasilan ini konsisten menjaga penerimaan sektor pajak berada di atas target pertengahan tahun.
Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT): Realisasi kumulatif PBJT mencapai Rp38,99 miliar (60,93% dari target Rp64,00 miliar). Di dalam kelompok ini, sektor PBJT-Tenaga Listrik memberikan kontribusi paling dominan yakni sebesar Rp29,90 miliar atau 66,09% dari target. Selain itu, PBJT Jasa Kesenian dan Hiburan terealisasi Rp800,49 juta (61,91%) , PBJT Jasa Perhotelan terealisasi Rp1,92 miliar (55,65%) , serta PBJT Jasa Parkir sebesar Rp384,98 juta (51,33%).
Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2): Menunjukkan performa yang terus meningkat dengan mencatatkan realisasi sebesar Rp42,29 miliar atau mencapai 73,55 persen dari target Rp57,50 miliar.
Opsen dan BPHTB: Perolehan dari Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) telah mencapai Rp18,17 miliar (62,61%) , sedangkan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terealisasi Rp31,13 miliar (47,17%). Selain itu, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) menyumbang Rp9,92 miliar (58,41%).
Catatan Evaluasi: Kendati mayoritas sektor tumbuh positif, beberapa jenis penerimaan seperti Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (13,30%) serta Pajak Reklame Kain (35,00%) masih relatif rendah dan terus menjadi fokus optimalisasi serta pengawasan kepatuhan wajib pajak.
Realisasi sektor Retribusi Daerah hingga Juli 2026 tercatat sebesar Rp163,96 miliar atau 53,72 persen dari target anggaran sebesar Rp305,24 miliar.
Retribusi Jasa Umum: Kelompok ini menjadi penyumbang terbesar dengan capaian Rp154,55 miliar (55,20% dari target). Sektor pelayanan kesehatan di RSUD menyumbang kontribusi terbesar senilai Rp106,84 miliar (55,94%) , disusul oleh pelayanan kesehatan di Puskesmas sebesar Rp40,51 miliar (53,85%). Di samping itu, Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan mencatatkan kinerja sangat baik di angka Rp1,15 miliar (78,91% dari target).
Retribusi Jasa Usaha & Perizinan Tertentu: Retribusi Jasa Usaha terealisasi sebesar Rp8,58 miliar (37,02%) , di mana sektor Tempat Khusus Parkir (Rp4,27 miliar atau 45,19%) serta Tempat Rekreasi dan Olahraga (Rp1,35 miliar atau 69,36%) menunjukkan performa yang baik. Sementara itu, Retribusi Perizinan Tertentu (Persetujuan Bangunan Gedung) mencapai Rp827,30 juta (39,63%).
Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi masih menjadi penopang utama struktur anggaran Kabupaten Kebumen. Aliran dana Dana Alokasi Umum (DAU) tercatat mencapai realisasi kumulatif sebesar Rp870,92 miliar atau 66,16 persen dari target Rp1,316 triliun , di mana DAU yang Tidak Ditentukan Penggunaannya telah tersalurkan sebesar Rp867,09 miliar (66,67%). Kelompok penerimaan yang berasal dari bagian laba atau dividen penyertaan modal BUMD ini telah mencapai Rp17,55 miliar atau 55,83 persen dari target anggaran sebesar Rp31,43 miliar. Komponen Lain-lain PAD yang Sah juga memberikan kontribusi positif terhadap realisasi PAD secara keseluruhan hingga bulan Juli 2026, termasuk di dalamnya perolehan dari Penerimaan atas Tuntutan Ganti Kerugian Keuangan Daerah yang tercatat sebesar Rp626,38 juta.
Secara keseluruhan, realisasi pendapatan Kabupaten Kebumen hingga bulan Juli tahun anggaran 2026 ini berjalan sangat baik dan berada di jalur yang tepat (on track). Menanggapi laporan ini, Kepala BPKPD Kabupaten Kebumen, Drs. Aden Andri Susilo, M.Si, menyatakan optimisme tinggi bahwa target pendapatan daerah di akhir tahun dapat tercapai sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Kebumen berkomitmen untuk terus menggenjot strategi intensifikasi pendapatan, memperluas digitalisasi layanan, serta memperkuat koordinasi demi memastikan kesinambungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kebumen.
